NAVIGASI MENU

Anak Usia Tiga Tahun Jatuh dari Lantai 25


Sumber : Harian KOMPAS 31 Agustus 2008

JAKARTA, KOMPAS - Korban meninggal akibat terjatuh dari atas gedung kembali terjadi. Sabtu (30/08/2008). Daniel yang berusia tiga tahun ditemukan tewas mengenaskan di balkon lantai lima setelah jatuh dari kamar 25D lantai 25 Sudirman Tower Condominium, jalan Garnisun Dalam, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Korban diduga jatuh setelah mendorong kaca jendela kamarnya saat bermain dengan sepupunya bernama Jesicca yang berusia lima tahun.

Setelah kejadian, korban dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta untuk di visum. Namun pihak keluarga tidak mengizinkan Daniel diotopsi karena kejadian itu murni kecelakaan.

Kondisi Daniel mengenaskan. Tangannya patah dan kepalanya remuk. Sisi kanan tubuh bocah ini juga remuk. Di bagian tangan dan kaki tampak merah kebiruan yang diperkirakan akibat pendarahan dalam.

"Diduga korban jatuh setelah dirinya membuka dengan cara mendorong jendela kamar yang tidak berteralis pengaman.Korban jatuh dari lantai 25 dan terhempas di balkon lantai lima," kata Kepala Unit Patroli Kepolisian Sektor Setiabudi I Gde Seryana di sekitar lokasi kejadian.

Menurut keterangan yang diperoleh Kompas, kejadian tersebut bermula ketika sekitar pukul 11.00 Daniel bermain dengan Jessica di kamarnya.

Seperti anak-anak seusia mereka, Daniel dan Jessica berlompatan sembari bercanda di atas kasur. Ketika itu, Daniel membuka jendela kamarnya dengan cara mendorongnya keluar. Di duga, saat mendorong jendela itu, dirinya ikut terjerembab keluar saat jendela terbuka. Sebelum terjatuh, Daniel juga diperkirakan sempat tergantung dengan tangan memegang pada engsel jendela.

Menurut keterangan salah seorang anggota keluarga, Jeanette (50), dirinya tidak melihat bagaimana Daniel terjatuh. Saat itu nenek dari Jessica ini sedang berbincang-bincang dengan Sonya (53), nenek Daniel, di ruang keluarga. Sementara I
ndri, ibu Daniel, sedang berada di kamar tidurnya dan seorang pembantu berada di dapur.

Kami baru tahu setelah Jessica berteriak-teriak "Oma...Oma, Daniel jatuh dari jendela," ujar Jeanette.

Mendengar terikan Jessica, keduanya bergegas dan berlarian menuju kamar Daniel. Namun, semuanya sudah terlambat. Mereka mendapatkan jendela kamar dalam kondisi sudah terbuka.

Tubuh mungil Daniel sudah tergeletak dan dalam keadaan remuk tidak bernyawa di balkon lantai lima bangunan tersebut.

Korban jatuh dengan posisi tengkurap. Kedua kaki dan tangan korban patah. Pipi korban menempel di balkon lantai lima.

Kemudian Jeanette membangunkan Indri yang sedang tertidur di kamar. Selanjutnya, mereka langsung turun ke lantai lima untuk melihat kondisi Daniel.

Setelah mendapatkan tubuh anaknya tidak bernyawa lagi, Indri melaporkan musibah tersebut ke kepolisian setempat. Polisi datang dan mengidentifikasi lokasi kejadian perkara itu.

Sejumlah tukang ojek yang mangkal di depan bangunan tinggi itu mengatakan, awalnya mereka tidak mengetahui kejadian tersebut.

Mereka hanya mendapatkan cerita dari seorang tentara yang datang ke lokasi itu setelah kejadian.

Ranjang

Seorang saksi mata yang ikut mengevakuasi tubuh bocah ini mengatakan, ranjang tempat bermain Daniel menempel di jendela apartemen orangtuanya.

Saksi yang tidak mau menyebutkan namanya itu mengatakan, posisi jendela tidak terlalu tinggi dari tempat tidur, diperkirakan sekitar 30 sentimeter dari atas kasur. "Jendelanya tidak dilengkapi teralis," kata saksi itu.

Petugas keamanan di gedung itu menghalangi dan tidak mengizinkan wartawan untuk mendekati lokasi tempat kejadian. "Maaf, wartawan dilarang masuk. Ini perintah dari atasan. Kami hanya melaksanakannya," ujar seorang satpam.

Hingga sore pukul 17.00 belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak pengelola gedung.

Petugas di bagian resepsionis menyuruh wartawan untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut hari senin besok. "Ini, kan, hari libur. Tidak ada orang yang bisa memberikan keterangan. Balik saja Senin pagi" kata petugas resepsionis apartemen itu.(PIN)

Catatan Kaki Kecelakaan di Gedung Bertingkat

  • 3 Juni 2007, Livia Mudita (6) tewas terjatuh dari ketinggian empat lantai di ITC Mega Grosir, Surabaya, dengan pendarahan di kepala. Korban terlepas dari gandengan orangtuanya saat hendak naik dari lantai upper ground (UG) menuju lantai satu.
  • 13 September 2007, Olivia Aritonang (1) terjatuh dari lantai satu pusat perbelanjaan Detos Town Square (DETOS), Kota Depok.
  • 10 Oktober 2007, Pekerja pembersih kaca, Ujang Sutedja (34) jatuh dari ketinggian 30 meter dari lantai enam Mal Citraland - Tanjung Duren, Jakarta Barat, ketika hendak naik gondola yang salahsatu talinya lepas.
  • 24 Oktober 2007, Wawan (18) , buruh bangunan , terjatuh dari lantai empat gedung konvensi di kawasan Sentul City, Bogor.
  • 9 Desember 2007, Florensia Rery (6), terjatuh dari lantai dua sebuah pusat perbelanjaan di Kota Ambon, Maluku. Korban yang mengalami kritis dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Hidup, Ambon.
  • 5 Juni 2008, Agus (28) seorang karyawan lepas bagian perlengkapan, luka parah bagian kepala setelah terjatuh dari lantai tiga Mal Palembang Square.
  • 11 Juni 2008, Matrun (54) seorang tukang cat, tewas terjatuh dari lantai tiga Gedung BCA, Jalan Diponegoro, kota Pekalongan.
  • 16 Juni 2008, Sebuah lift barang di Ruko Blok F/Nomor 52, Pasar Tanah Abang, jalan Jatibaru Jakarta Pusat, terjatuh dan menyebabkan seorang pekerja bernama Sarwo Utomo (37) tewas.
  • 29 Juli 2008, Muhamad Syafei (22) pekerja pada pembangunan proyek Apartemen Rasuna Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, tewas seketika setelah terjatuh dari gondola yang putus talinya saat turun dari lantai 40 ke lantai 20.
  • 4 Agustus 2008, Irfansyah Yusa (7) terjatuh dari lantai dua ITC Roxy Mas , Jakarta Pusat, menyebabkan tangan kanannya patah setelah terseret karet pegangan eskalator.
sumber: Litbang KOMPAS/teguh

0 komentar klik di sini: